Rabu, 13 Januari 2010

Kisah Murid SD di Desa Setia Asih

Di Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, masih banyak desa yang tidak memiliki sarana pendidikan, khususnya SDN Setia Asih 04. Dalam satu desa, hanya terdapat satu unit bangunan sekolah dasar. Itu pun jauh dari rumah penduduk karena desa di kecamatan itu begitu luas. Padahal, rumah penduduknya berpencar.
Saat Desa Setia Asih Independent kemarin ke desa itu, terlihat rumah-rumah penduduk terbuat dari kayu. Rata-rataTidak dicat dengan atap genteng. Di samping rumah, terlihat Sawah-Sawah yang terbentang dengan luas hingga ke belakang rumah. Sementara jarak antara satu rumah dan rumah lainnya cukup jauh. Tidak terlihat rumah berdekatan, walau ada yang berjarak 10 meter.
Lalu bagaimana dengan aktivitas anak sekolah di desa tersebut? Udin sedikit bercerita. Kalau punya uang cukup, tidak ada orang yang mau menyekolahkan anaknya di desa mereka. “Bayangkan dari rumah ke sekolah saja sangat jauh. Kalau jalan kali bisa satu jam atau dua jam perjalanan. Untung ada Sepeda Kalau tidak ada, terpaksalah anak-anak itu susah sekali,” katanya.

Anak-anak sekolah di desa itu kesulitan jika hendak pergi ke sekolah karena jauhnya lokasi. Samita Desi, murid kelas 5 SDN Setia Asih 04, mengakuinya. Menurut bocah 12 tahun itu, setiap pagi dirinya harus bangun pagi-pagi dan sekitar pukul 06.00 WIB harus siap pergi ke sekolah, padahal matahari
belum terlihat. “Masih gelap juga pagi jam segitu,” ujarnya.

Desi berangkat dengan uang
jajan seadanya dan jalan kaki. Melewati jalan yang di sekelilingnya adalah Sawah. Untung Desi tidak sendiri. Ada Ira, Wati, dan Sulasmini, teman sekelasnya. “Kadang-kadang sambil lari-lari sampai keringatan,” celoteh anak-anak itu.

Desi dan kawan-kawanya bisa datang ke sekolah jika cuaca baik. Ketika hujan, jalan yang sering mereka lewati becek. “Kalau ujian, ya harus datang. Sampai di sekolah, pakaian kami kotor semua kena lumpur,” tuturnya.

Gotong Royong Di Desa Setia Asih

merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Bersama-sama disini maksudya adalah dengan cara musyawarah, pancasila, hukum adat, dan kekeluargaan. Oleh karena itu, gotong royang dapat diartikan bekerja bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dan secara bersama-sama menikmati hasil pekerjaan secara adil, yang dilakukan tanpa pamrih, secara sukarela oleh semua warga menurut batas kemampuannya masing-masing. Rasa suka rela tanpa pamrih untuk melakukan gotong royong tidak akan ada di dalam diri tiap manusia apabila didalamnya tidak terdapat semangat yang didorong oleh suatu pandangan bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain karena manusia adalah makhluk Tuhan yang saling ketergantungan satu sama lain. Maka dari itu, setiap manusia harus menjaga hubungan baik dengan sesamanya dan perlunya beradaptasi dengan lingkungannya.

Sikap gotong royong yang dilakukan, didalamnya terkandung nilai moral yaitu adanya rasa ikhlas untuk berpartisipasi, kebersamaan dan saling membantu antar sesama karena lebih mengutamakan kepentingan bersama yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.
Sifat gotong royong pada dasarnya memiliki tujuan yang sama walaupun dipedesaan sifat gotong royong dan kekeluargaan lebih menonjol daripada di perkotaan. Bukan hanya itu saja, bentuk gotong royongnya juga berbeda. Di pedesaan misalnya, gotong royong membangun jembatan dan membersihkan jalan-jalan. Kalau di pekotaan bentuk gotong royongnya adalah kerja bakti di RT/RW.
Perwujudan partisipasi rakyat dalam masa reformasi merupakan perwujudan pengabdian dan kesetiaan masyarakat terhadap negara. Sikap gotong royong sudah menjadi tradisi dan kepribadian bangsa Indoesia yang harus benar-benar di jaga dan di pelihara. Akan tetapi, adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa pengaruh yag cukup besar. Tetapi, hal tersebut tidak menjadi hal utama yang bisa merubah kepribadian bangsa ini, karena Indonesia memiliki Pancasila yang menjadi landasan hidup yang didalamya berisi nilai-nilai keagamaan yang dapat dijadikan pondasi untuk memfilter kebudayaan baru yang akan masuk karena adanya perubahan zaman.
Gotong royong bisa dikatakan juga menjadi ajang silaturahmi bagi para warga yang melakukan kegiatan tersebut. Adanya gotong royong membantu mengurangi adanya kesenjangan sosial atar warga itu sendiri.
Indonesia memiliki karakter bangsa yang sangat bagus, yang belum tentu dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. Semua dilakukan utuk kesejahteraan individu dan bersama, dan apabila setiap individu mampu hidup sejahtera dan tenggang rasa dengan individu lainnya maka akan tercapailah kesehateraan bagi individu itu sendiri.
Dari wacana di atas, penulis dapat beranggapan kalau gotong royong harus tetap dimiliki, dilestarikan dan dipelihara oleh tiap warga Indonesia, gotong royong baik dipedesaan maupun dipekotaan sebaiknya lebih sering dilakukan untuk mempererat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Tetapi, ada kenyataannya sekarang, gotong royong sudah sangat jarang dilakukan. Hal ini terjadi karena setiap warga negara sibuk dengan pekerjaan mereka masig-masing, tanpa mau lagi mempedulikan lingkungan sekitarnya dan kebersamaan bangsnya. Semua ini, tidak akan berlarut lama terjadi apabila setiap warga negara memiliki rasa kesadarannya masing-masing untuk mensejahterakan negaranya

Selasa, 12 Januari 2010

Desa Setia Asih Taruma Jaya"Bekasi Utara"



Alhamdullilah....."aku masih bisa"
Laundry & Dry Cleanning
Walaupun Tidak Separti Mereka Disana "2010/01/03"
Desa "Setia Asih - Taruma Jaya" Bekasi Utara

Lokasi Desa "Setia Asih -Taruma Jaya " Bekasi Utara. Jawa Barat masih buruk. Di Pedesaan ini masih kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan sarana mandi, cuci, kakus (MCK).

MUNGKIN bagi sebagian orang melihat air Kali di desa taruma jaya bekasi, pikirannya langsung menerawang kemana-mana. Bahkan tidak jarang membuat perut mual layaknya orang mau muntah.




Sebalikny
a bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali, air kali maupun Danau itu menjadi sumber kehidupan mereka. Apalagi bagi anak kecil, mereka tidak perlu pergi ke kolam renang dengan biaya tinggi seperti anak-anak lain untuk merenang. Mereka sangat bahagia dan kegirangan dengan berenang di kali tersebut.



Tidak bisa dipungkiri, Kali bagi mereka merupakan segalanya. Air kali itu jagi sumber kehidupan dan kalinya jadi tem
pat pembuangan baik sampah mau pun sisa-sisa lainnya.


Tidak ada kata jijik bagi penghuni sepanjang kali itu. Mereka sudah terbiasa dengan kehidupan yang sebagaian orang menganggap tidak wajar, tidak sehat. Memang sudah begini adanya dari dulu. Karena Air tanah di sana "Asin " Kali segalanya bagi Mereka, kata Seorang ibu yang mengaku sudah 35 tahun tingal di pinggir Kali tersebut.





Wajib Baca buat semua pengguna motor


Beberapa waktu yang lalu sekembalinya berbelanja kebutuhan, saya sekeluarga
pulang dengan menggunakan taksi. Ada adegan yang menarik ketika saya
menumpang taksi
tersebut, yaitu ketika sopir taksi hendak ditilang oleh polisi. Sempat teringat oleh saya dialog antara polisi dan sopir taksi.

Polisi (P):Selamat siang mas, bisa lihat Sim dan STNK ?
Sopir (Sop): Baik Pak ..
P : Mas tau kesalahannya apa ?
Sop: Gak Pak.

P : Ini nomor polisinya gak seperti seharusnya (sambil nunjuk ke plat
nomor taksi yang memang gak standar) sambil langsung mengeluarkan jurus
sakti mengambil buku tilang, lalu
menulis dengan sigap.
Sop: Pak jangan ditilang deh. Wong plat aslinya udah gak tau ilang kemana. Kalo ada pasti saya pasang.

P : Sudah saya tilang saja. Kamu tau gak banyak mobil curian sekarang ? (dengan nada keras !!)
Sop: (Dengan nada keras juga) Kok gitu !Taksi saya kan ada STNKnya Pak. Iini kan bukan mobil curian !

P :
Kamu itu kalo dibilangin kok ngotot (dengan nada lebih tegas). Kamu
terima aja surat tilangnya (sambil menyodorkan surat tilang warna
MERAH).
Sop: Maaf, Pak saya gak mau yang warna MERAH suratnya. Saya mau yang warna BIRU aja.

P : Hey ! (dengan nada tinggi), kamu tahu gak sudah 10 hari ini form biru itu gak berlaku !
Sop : Sejak kapan Pak form BIRU surat tilang gak berlaku ?

P :
Ini kan dalam rangka OPERASI, kamu itu gak boleh minta form BIRU. Dulu
kamu bisa minta form BIRU, tapi sekarang ini kamu gak bisa. Kalo kamu
gak mau, ngomong sama
komandan saya (dengan nada keras dan ngotot)
Sop : Baik Pak, kita ke komandan Bapak aja sekalian (dengan nada nantangin tuh polisi)

P : (Dengan muka bingung) Kamu ini melawan petugas ?
Sop: Siapa yang melawan ? Saya kan cuman minta form BIRU. Bapak kan yang gak mau ngasih

P : Kamu jangan macam-macam yah. Saya bisa kenakan pasal melawan petugas !
Sop : Saya
gak melawan ? Kenapa Bapak bilang form BIRU udah gak berlaku ? Gini
aja Pak, saya foto bapak aja deh. Kan bapak yang bilang form BIRU gak
berlaku (sambil ngambil HP)

Wah ... wah ..... hebat betul nih sopir ! Berani, cerdas
dan trendy. Terbukti dia mengeluarkan HPnya yang ada
kamera.
P : Hey ! Kamu bukan wartawan kan ? Kalo kamu foto saya, saya bisa kandangin(sambil berlalu)..
Kemudian si sopir taksi itu pun mengejar polisi itu dan sudah siap
melepaskan shoot pertama (tiba-tiba dihalau oleh seorang anggota
polisi lagi)

P 2:Mas, anda gak bisa foto petugas sepeti itu.
Sop: Si Bapak itu yang bilang form BIRU gak bisa dikasih (sambil tunjuk polisi yang menilangnya)

Lalu
si polisi ke 2 itu menghampiri polisi yang menilang tadi. Ada
pembicaraan singkat terjadi antara polisi yang menghalau si sopir dan
polisi yang menilang. Akhirnya polisi yang menghalau tadi menghampiri
si sopir taksi.

P 2:Mas, mana surat tilang yang merahnya? (sambil meminta)
Sop : Gak sama saya Pak. Masih sama temen Bapak tuh (polisi ke 2 memanggil polisi yang menilang)
P : Sini, tak kasih surat yang biru (dengan nada kesal) Lalu polisi yang
nilang tadi menulis nominal denda sebesar Rp.30.600 sambil berkata :
Nih kamu bayar sekarang ke BRI ! Lalu kamu ambil lagi SIM kamu disini.
Saya tunggu.
S: (Yes !!) OK Pak ! Gitu dong, kalo gini dari tadi kan enak.

Kemudian
si sopir taksi segera menjalankan kembali taksinya sambil berkata pada
saya, : Pak, maaf kita ke ATM sebentar ya . Mau transfer uang tilang .
Saya berkata : "Ya, silakan."

Sopir taks ipun langsung ke ATM
sambil berkata, "Hatiku senang banget Pak, walaupun di tilang, bisa
ngasih pelajaran berharga ke polisi itu. Untung saya paham macam-macam
surat tilang.

Tambahnya, : "Pak kalo ditilang kita berhak
minta form biru, gak perlu nunggu 2 minggu untuk sidang. Jangan pernah
pikir mau ngasih DUIT DAMAI ! Mending bayar mahal ke negara sekalian
daripada buat oknum.

Dari obrolan dengan sopir taksi tersebut dapat saya infokan ke Anda sebagai berikut :

SLIP MERAH, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum (ikut sidang) di pengadilan setempat. Itu pun di pengadilan nanti masih banyak calo, antrian panjang dan oknum pengadilan yang melakukan pungutan liar berupa pembengkakan nilai tilai tilang. Kalau kita tidak mengikuti sidang, dokumen tilang dititipkan di kejaksaan setempat.. Disini pun banyak calo dan oknum kejaksaan yang melakukan pungutan liar berupa
pembengkakan nilai tilang..

SLIP BIRU, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. Kita tinggal transfer dana via ATM ke nomer rekening tertentu (kalo gak salah norek Bank
BUMN).

Sesudah itu kita tinggal bawa bukti transfer untuk ditukar dengan SIM/STNK kita di Kapolsek terdekat di mana kita ditilang.
You know what ? Denda yang tercantum dalam KUHP
Pengguna Jalan Raya tidak melebihi 50ribu ! Dan dananya
RESMI MASUK KE KAS NEGARA.

Forward ini, beritahukan teman, saudara & keluarga
Anda.
Berantas korupsi dari sekarang !
dapat dari millis... silahkan di copy dan cantumkan sumbernya...
-------------- eof


link http://echo.or.id/forum/viewtopic.php?t=14966
Silahkan mengambil, menyadur, memperbaiki baik sebagian atau keseluruhan tanpa ijin terlebih dahulu. Tidak diharuskan mencantumkan sumber, kecuali untuk tulisan yang sudah mencantumkan sumber lain.